JAWABAN TUGAS LOGIKA DAN ALGORITMA 


Jawaban Tugas Logika dan Algoritma bisa download disini.
Untuk Flowchart di soal nomor 2 bisa dibuat sendiri sesuai jawaban no 1. Dan untuk soal no. 4 bisa dikerjakan untuk latihan.
Terimakasih. Semoga bermanfaat
Tiga E-mail Berhasil Dicueki
Tulisan ini lahir dari pernyataan salah satu teman lama yang mengatakan bahwa e-mail yang dikirimnya sebanyak 3 kali kepada situs daerah dimana saya lahir tidak pernah mendapatkan respon dari pengelola situs tesebut. Terkirimkah atau tidak? Bukan bermaksud menjadi “pahlawan kesiangan” (the daylight superhero) untuk sang teman lama yang baru bersua, tapi hanya sekedar mencari tahu penyebab dari hal itu. Langsung saja ke Teh Kah Peh…

Pengiriman e-mail merupakan salah satu cara non-konvensional dalam melakukan interaksi masyarakat dengan pemerintahnya. Hal ini merupakan salah satu aktivitas e-government, yaitu suatu penetrasi baru  yang menjadi topic hangat di bidang pelayanan public. Secara harafiah, e-government (electronic government) memiliki arti pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mentransformasikan hubungan-hubungan antara pemerintah, masyarakat dan swasta agar terjadi interaksi hubungan yang komunikatif dan integratif. e-Government menawarkan pelayanan yang 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, real-time dan kapanpun kita membutuhkannya. Dengan kalimat lain, e-government memberikan waktu pelayanan non-stop setiap harinya tanpa melakukan tatap muka sekalipun.

Di Indonesia sendiri,

TIPS DAN TRIK WIRAUSAHA ALA MAHASISWA


KULIAH SAMBI “DODOLAN”, BUKAN KULIAH SAMBI “DOLAN”
(Aplikasikan ilmu AN ke dunia bisnis)

Seolah-olah terdapat dikotomi antara kuliah dan bisnis. Dunia perkuliahan (kampus) digambarkan sebagai dunia yang terpisah dari dunia bisnis, sementara dunia bisnis digambarkan seolah-olah tidak membutuhkan kaidah-kaidah ilmiah.  Apa bener, keduanya memang dua hal yang bikin meriang para pelakunya?

Pandangan orang tua yang selalu menuntut kita untuk menjadi pegawai di sebuah jawatan, membuat pola piker kita juga terbingkai dalam dunia kampus yang cenderung akademis dan IP minded. Alhasil, kita akan semakin mengidam-idamkan menjadi “kuli berseragam” disbanding “penguasa berkaos oblong”.  Gelombang penghancur yang akhirnya menyusul adalah semacam kegagapan pada para lulusan yang lebih banyak mencari pekerjaan daripada menciptakan pekerjaan. Akhirnya jumlah pengangguran terdidik pun semakin meningkat tiap tahunnya.

Pengembangan e-Government Daerah


Kecanggihan teknologi yang sering diidentikan dengan proses konvergensi komunikasi dari konvensional menuju digital, tanpa disadari telah merubah pola hidup manusia dalam berbagai sektor kehidupan. Pada era yang disebut “information age” ini, media elektronik menjadi salah satu media andalan dalam melakukan komunikasi.  Internet misalnya, merupakan salah satu produk kecanggihan teknologi yang sering dijadikan alat komunikasi antar-penggunanya. Penggunaannya pun bervariasi dari mulai pencarian informasi (browsing), pertukaran informasi (information exchange), sampai pada transaksi online.

Kecanggihan tersebut ternyata berdampak juga pada sektor pelayanan publik. Pada 2003, Pemerintah Indonesia meluncurkan sebuah kebijakan melalui Inpres No. 3/2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government, yang tentunya ditujukan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik yang diselenggarakan. Semenjak diberlakukannya Inpres tersebut beserta perangkat teknisnya, e-government menjadi istilah yang cukup popular. Peraturan Menteri Kominfo No. 28/2006 yang mengharuskan pembuatan domain milik pemerintah dengan ekstensi go.id membawa istilah e-government sampai pada tingkat daerah dalam bentuk pengelolaan website daerah dengan ekstensi tersebut. Pemerintah daerah pun seakan berlomba mengembangkan dan menerapkan sistem e-government, dari yang hanya sekedar menampilkan profil daerahnya, hingga pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai basis pelayanan kepada masyarakat. Namun
ยช